BE LIKE a MOUNTAIN…. The Practice of EQUANIMITY

Artikel ini aslinya ditulis oleh teman saya Sofie di Facebook Note-nya. Saya mendapatkan afirmasi instan dari posting ini, jadi saya kutip ulang di blog saya. Thanks Sofie.

Oleh: Soufiarina Sofie

Ketika mendengar berita buruk, jantung kita langsung berdebar, nafas menjadi pendek, wajah kita berkerut.
Ketika mendengar berita gembira, hati kita melonjak, wajah kita tersenyum.
Dari kedua contoh di atas, tercermin bahwa pikiran kita selalu bereaksi/ bergejolak terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita kehilangan —“center“ (kondisi bathin yang balance).
Ini menggambarkan kebiasaan reaksi (mind)kita bekerja secara automatis, terkondisi dan tak menentu, sudah terprogram.
Di sinilah kita perlu melatih kondisi mind kita agar selalu berada dalam kondisi Equanimity. (Bagi saya pribadi inilah meditasi yang sebenarnya). Continue reading