Test Pack: Movie Review

Test Pack adalah film Indonesia yang disutradarai oleh Monty Tiwa, berdasarkan novel laris karya Ninit Yunita dan skenarionya disusun oleh suami Ninit, yaitu Adhitya Mulya.

Saya familiar dengan Monty Tiwa dari karyanya yang komedi yaitu Laskar Pemimpi (mungkin mengambil momen film laris lainnya Laskar Pelangi.) Dan saya penasaran dengan film ini yang dari review sekilas di Twitter bagus, salah satunya dari @jokoanwar.

Film dibuka dengan usaha sepasang suami istri Tata (Acha Septriasa) dan Rahmat (Reza Rahadian) dalam memperoleh keturunan. Berbagai cara mereka tempuh sampai mereka mencoba menempuh cara in vitro (bayi tabung.) Tapi tetap saja tidak berhasil. Tata merasa bersalah karena tidak dapat mengandung. Di tengah kemelut keluarga kecil tersebut, muncul mantan Rahmat yang benrama Shinta (Renata Kusmanto.) Cinta lama bersemi kembali?

Film ini berhasil dalam hal casting, terutama ketiga cast utama. Acha Septiasa tampil paling cemerlang dalam menghayati peran ibu muda yang mendambakan anak, saat test pack yang digunakannya selalu menunjukkan negatif, saat harus pura-pura bahagia karena teman kantornya hamil lagi, dan pada momen-momen lain. Reza Rahadian dan Renata Kusmanto pun begitu. Renata tampak murung setiap saat sebagai model internasional yang tidak bisa menghasilkan keturunan juga. Momen interaksi antara ketiga cast ini brilian, sanggup memancing emosi penonton untuk issue yang sangat dekat dengan pasangan dalam rumah tangga.

Sayangnya momen2 seolah berdiri sendiri, tidak dibangun dengan dramaturgi yang baik. Momen antara ketahuan rahmat yang mandul, konflik dengan Tata hingga Rahmat ‘selingkuh’ dengan Shinta, contohnya, tidak dibuat dengan mendalam yang memberikan pendalaman karakter Rahmat dari suami yang menyayangi istrinya apa adanya, berubah sampai lelaki yang merasa kurang bisa memberikan apa yang didambakan istri, sampai kepada moment ‘selingkuh’nya dengan Shinta. Semuanya sangat singkat dan patah-patah.

Selain itu juga adegan-adegan komedi terlalu dipaksakan: adegan dengan dokter Peni S. (namanya donk,) dengan asisten berambut klinik gondrong, dan adegan ‘pasien’ Rahmat suami istri lanjut usia yang diperankan oleh Meriam Bellina & Jaja Miharja juga sangat dipaksakan (stereotip etnis Jawa vs Betawi,) yang walaupun ada kaitannya dengan jalan cerita di akhir film, tetapi dibuat terlalu komedik (harusnya bisa lucu secara subtil tanpa terlalu lucu, sehingga mengganggu plot drama utama.)

Kemunculan2 cast superstar lain secara cameo juga tidak menolong. Tidak perlu nama-nama kondang untuk menjual tema film yang unik dan dewasa ini (di tengah banyaknya film2 ABG dan horror tidak jelas, tema yang diangkat Test Pack sangat menonjol.) Dan product placementnya juga terlalu frontal (ACE Hardware, JCo, dll.)

Saya yakin karena memang tidak sesuai dengan visi artistik yang sebenarnya maka Monty Tiwa kuatir akan berbedanya film dengan versi novelnya. Tapi saya juga merasa bahwa campur tangan produser sangat kuat dalam menentukan hasil akhirnya, jadi ya, begitu laah.

Dan satu lagi pesan saya, daripada Renata Kusmanto tidak jadi dengan Reza Rahadian, mendingan dengan saya aja.

At theatres 6th September 2012
Produced by : Starvision
Director : Monty Tiwa
Producer : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Based on best seller novel by Ninit Yunita
Cast : Acha Septriasa, Reza Rahadian, Renata Kusmanto, Meriam Bellina, Jaja mihardja, Uli Herdinansyah, Dwi Sasono, Gading Marten, Oon Project Pop, Ratna Riantiarno. Special Appearances : Tora Sudiro, Endhita, Fitria Sechan, Agung Hercules, Ade Habibie, Poppy Sovia.

Follow my blog with Bloglovin

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *