Selama Ini, Apakah Sebenarnya #NoMention?

No Mention-Transparent On Green Logo

Sudah lama saya pribadi merasa distereotipkan sebagai orang dengan kepribadian tertentu. Saya juga sebenarnya bingung apakah posting tentang #NoMention ini klarifikasi atau bukan, karena sebenarnya bukan hal yg besar, atau hal kecil yang dibesarkan. Atau bahkan tidak ada apa-apa, dijadikan ada apa-apa, atau hal yang besar, yang menjangkiti segenap penjuru Twitternesia.

Sebenarnya saya sudah menuliskan pernyataan pribadi dalam posting ini, tapi ternyata masih berlarut sampai sekarang, sehingga saya merasa perlu posting ini. Mungkin baiknya perli dibaca lagi klarifikasi terdahulu itu, agar mendapatkan konteks untuk posting ini.

Sebenarnya untuk menjadi suatu hal yang besar dan (mungkin) menyebabkan terkenal adalah bukan tujuan saya. Semula hal itu, yang saya sebut dengan #NoMention bersifat pribadi dan sangat menyenangkan, karena tidak banyak yang mengetahui. Kemudian satu persatu mulai mengamati tingkah laku saya dan dia, dan banyak reaksi yang terjadi, baik yang positif dan yang negatif. Dan sekarang sepertinya fenomena #NoMention (dan fenomena lain sebagai turunannya: Stalking, “Kopi”, dll) banyak terduplikasi, baik menyangkut saya, maupun bukan.

Seperti saya sudah posting di sini, saya menyadari bahwa apa yang terjadi merupakan pencarian pribadi saya tentang apa itu kebahagiaan. It was my personal pursuit of happiness, like what Will Smith character has went through in “The Pursuit of Happyness.” Dan dalam prosesnya banyak terjadi interaksi antara saya dan orang di Twitter; follower maupun¬† Stalker, dalam percakapan maupun secara #NoMention; yang mungkin membuat orang suka atau sebal kepada saya. Jika ada yang suka, saya tersanjung. Jika ada yang sebal, saya minta maaf. Apa yang terjadi adalah seiring dengan perkembangan kepribadian dan spiritual saya, tapi tema utamanya adalah Pursuit of Happiness. Demi Allah, hal ini bukan gimmick atau sesuatu yang dibuat-buat, tapi semua terjadi secara real time.

“Mantan”, “Move On” dan lainnya adalah ‘catch phrase’ atau kata kunci yang sering dihubungkan dengan saya. Selama ini persepsi orang tentang hal #NoMention ini adalah menyangkut saya dan pencarian jodoh. Hal itu ada benarnya, tapi lebih fokus kepada pencarian saya tentang kebahagiaan. Jodoh adalah apa yang menurut saya harus dicari di dunia ini sebagai seseorang tempat berbagi kebahagiaan. Ya, saya masih mencari jodoh saya. Tapi fokusnya adalah mencari kebahagiaan (“pursuit of happiness”) yang insya Allah akan dibuat dan dishare bersama.

Dan sesuai dengan rencana, semua pengalaman saya seperti dishare di sini akan saya ceritakan dalam format karya seni lain. Stay tune dan tetaplah berinteraksi, karena mungkin akan jadi bagian dari cerita #NoMention. Mulai posting ini, mari kita berinteraksi dalam konteks yang positif dalam pencarian apa makna  kebahagiaan itu, bersama-sama. Saya sudah lelah dengan segala hal negatif yang mengikuti. Tolong mention saya jika ada sesuatu yang ingin dibahas secara khusus dengan saya. Follow saya jika hal yang ingin dibahas tersebut bersifat pribadi.

Percayalah bahwa tidak ada hal baik yang dimulai dari sesuatu yang buruk. Dan juga; siapa tahu; kita berjodoh.

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *