Habibie & Ainun: Ulasan Film

Poster film Habibie dan Ainun

Film biopic Habibie & Ainun (H&A) banyak dikunjungi penonton Indonesia di penghujung tahun 2012 ini. Menurut akun Twitter @AinunDanHabibie tercatat sudah 700 ribu penonton setelah 5 hari penayangan. Dan banyak tweet yang menyatakan bahwa filmnya adalah film yang menguras air mata (tear-jerker) sehingga saya beserta seorang teman menontonnya hari ini.

Didukung oleh produser Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi dan Hanung Bramantyo (baca: big production!); dan dengan dukungan beberapa sponsor utama; desain produksi H&A sangat maksimal. Suasana sepia pada era remaja Habibie & Ainun, penataan artistik yang sangat baik, dan lokasi yang eksotis (kota di jerman dan Bandung zaman dulu) sangat membangun suasana dan mendukung jalan cerita. Sangat disayangkan tentunya beberapa penempatan produk (product placement) sponsor yang mengganggu karena menuntut beberapa kompromi dengan skenario yang tidak subtil (padahal sudah ada treatment iklan video sebelum film.) Sudah saatnya brand sponsor menyadari hal ini dan tidak campur tangan dalam hal kreatif.

Skenario oleh Ginatri S. Noer &  Ifan Ismail (diadaptasi dari buku Habibie & Ainun karangan B.J. Habibie) sangat menyentuh terutama pada adegan2 romantisme antara Habibie dan Ainun (dan ini yang menjadikan titik kuat film ini.) Beberapa catatan untuk skenario bahwa fakta-fakta sejarah sebaiknya benar2 menjadi latar belakang saja untuk tidak menjadikannya film semi-dokumenter (lebih maksimal kalau film ini total diinterpretasikan jadi film romantis, dengan latar belakang fakta nyata.)

Penyutradaraan Faozan Rizal sangat prima. Beliau berhasil mengarahkan (terutama) pemeran utama Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari menghidupkan pasangan Presiden Republik Indonesia ketiga dan Ibu Negara ke layar lebar. Catatan khusus untuk Reza yang sangat menjiwai menjadi Habibie: postur bungkuk, gestur tangan, ekspresi muka dan logat, sangat Habibie. Keduanya layak dapat nominasi Piala Citra kalau Festival Film Indonesia tahun depan sudah tidak dipegang oleh Mojo Jojo. Lagu soundtrack “Cinta Sejati” juga dinyanyikan sendiri oleh Bunga Citra Lestari.

Film yang disupervisi langsung oleh B.J. Habibie ini bisa jadi merupakan pernyataan cinta Habibie kepada Almarhumah Ainun Habibie, dan pernyataan sikapnya sehingga sosoknya tidak kabur tertutup oleh citra Orde Baru yang membayangi selama ini: Rudy adalah seorang Teknokrat sejati yang anti-korupsi.

BTW adegan akhir yang diperankan langsung oleh B.J. Habibie di makam Ainun adalah klimaks yang sangat keren!

Fakta2 ringan:

  • Judul filmnya Habibie & Ainun. Jangan terkecoh akun Twitternya @AinunDanHabibie
  • Yeah, sudah saatnya aktor film romatis Indonesia mencium pasangannya di mulut, it’s an art form.

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *