Demi Ucok: Ulasan Film

"Demi Ucok" featured image

Demi Ucok adalah sebuah film yang mengambil gaya Meta Film; yaitu film tentang membuat film; dengan genre komedi satir. Bercerita tentang Gloria Sinaga (Geraldine Sianturi) seorang film maker yang berusaha keras menentang keinginan ibunya Mak Gondut (Mak Gondut) agar Glo segera menikah. Glo berpendapat bahwa kalau ia harus melepaskan passionnya sebagai film maker dan menikah, maka passionnya itu akan padam.Dengan premis utama ini, fim menceritakan tentang perjuangan Glo untuk membuat film. Ditemani oleh sidekicknya Niki, seorang pengusaha DVD bajakan lesbian cantik yang berkacamata dan A Cun, bintang film pertamanya Glo. naskah, sutradara dan Produser Sammaria Simanjuntak.

Poster Film Dari judulnya sudah bisa dipastikan bahwa film ini akan dibalut dengan kultur batak yang kental. Banyak jargon2 dan subkultur Batak yang menjadi punchline komedik film ini. Siapa lagi yang bisa make fun of Batak kalau bukan pembuat film bersuku Batak itu sendiri. Art Directionnya menyegarkan karena menggunakan wacana pop culture yaitu penggabungan animasi dengan live action, cell animation dan motion graphics. Sebuah film yang cukup fresh dan menghibur sebagai film komedi.

Yang membedakan dengan film (Indonesia) lain kebanyakan adalah bahwa ini adalah Meta Film yaitu filmnya bercerita tentang pembuatan film dan Glo mengklaim bahwa menjadikan diri sendiri sebagai obyek film menjadikannya telanjang di mata penonton. Sayangnya hal ini setengah2 karena Glo diperankan oleh orang lain, sementara Mak Gondut diperankan oleh Ibu Sammaria sang sutradara sendiri, jadinya malah sang anak mengekspos sang Ibu, sementara dirinya berlindung di balik Geraldine Sianturi (gak apa-apa deh, Batak cakep) dan naskah yang ditulisnya sendiri.

Sementara untuk sumber daya film, para pembuat film membuat sebuah website untuk sumber Crowdsourcing yaitu dalam penggalangan dana (dari website http://demiapa.com tapi sekarang sudah menjadi website filmnya sendiri.) Seingat saya dulu pembuat film membuat sebuah film teaser untuk pitch ke masyarakat dan kemudian launch website tsb. Dari Rp. 1 milyar yang ingin digalang, saat deadline baru terkumpul 25.17%, tapi itupun sudah cukup. Penyumbang mendapat gelar CoPro(ducer) dan sesuai dengan jumlah donasinya, CoPro mendapat privilise2 tertentu (menghadiri premiere, namanya tercantum di film, dll.) Dan pemeran pembantu & pemeran figuran yang crowdsourcing dari teman2 sendiri.

Privilese CoPro

Banyak scene2 dan obyek2 dalam film yang seolah jadi inuendo pribadi Sammaria, yang ngenyƩk satu-dua hal nyata seperti misalnya meminjam uang untuk produksi film dari orang yang diduga mirip Gayus Tambunan, telanjang ke Circle K (we know who this refers to) dan banyak hal lain.

Kedua hal tersebut di atas (Meta Film dan crowdsourcing) sepertinya menurut pengamatan saya tidak orisinal, karena sudah ada ide film demikian, walaupun memang tidak bisa dibuktikan dan tidak bisa diklaim, namanya juga Indonesia. Well, mungkin diberi beberapa twist jadinya gak nyontek2 banget. Inuendo Niki berkacamata sebagai penjual DVD bajakan, dilengkapi dgn disclaimer “piracy is the biggest blessing for Indonesia.” Wah kalau film maker punya statement seperti ini, walaupun digadang sebagai statement salah seorang karakter filmnya, Indonesia will never be great and always be mediocre.

Tolong tinggalkan komentar di bawah ini untuk meluaskan diskusi.

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

1 thought on “Demi Ucok: Ulasan Film”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *