1/15 Coffee

Sebenarnya saya sudah mengetahui coffee shop ini dari Nana Soedarmadji dari minggu lalu. Kelihatannya dari luar seperti tempat yang menyenangkan, dan berniat untuk mencoba tempat ini untuk bekerja di luar kantor (remote working.) Namanya yang unik (One Fifteenth Coffee/Kopi Seperlimabelas) juga turut menambah keingintahuan saya. Baru berkesempatan hari Minggu ini saya mencoba.

1/15 Coffee: Exterior

Dari luar kelihatannya seperti tempat yang kecil, akrab, cozy dan homy, mungkin karena pemilihan material eksterior batu alam sehingga menimbulkan kesan ‘sempit’ di dalam. Begitu saya masuk saya takjub karena ternyata sangan lapang di dalamnya. Terdapat beberapa meja panjang dan bangku, semuanya dari kayu. Untuk bangku, berbentuk stool dan hanya sedikit sekali yang memiliki sandaran.

1/15 Coffee: Interior 1

1/15 Coffee: Meja Komunal Panjang

1/15 Coffee: Interior 2

Juga terdapat beberapa meja tinggi dengan bar stool dari kayu juga, semuanya dikerjakan dengan craftmanship yang tinggi. Di beberapa sudut terdapat sofa dengan bantalan yang besar-besar dan meja besar, sementara di sudut terdapat counter Barista dan untuk memesan. Terdapat pintu kaca dengan jendela kaca lebar dan beberapa meja di dalamnya. Tadinya saya pikir tempat ber-AC, ternyata justru malah Area Merokok, dan di ruang utama malah ruang bebas rokok.

Saya mempersiapkan MacBook Pro dan memanggil waiter untuk berniat memesan. ternyata saya harus memesan di counter. Saya menghampiri counter dan meneliti menu kopi yang ada di dinding dan menu lainnya (makanan) di counter. Menu utama tentu saja kopi, dan benar-benar untuk penikmat kopi purist, karena tidak ada turunan dari produk kopi seperi Ice Blend.

1/15 Coffee: Counter Barista & Pemesanan

1/15 Coffee: Counter Barista

Menu makanan hanya ada menu makanan Palembang: empek-empek, tekwan, mie celor dll (sepertinya pemilik 1/15 Coffee adalah orang Palembang.) Karena memang berniat buat makan berat (tidak sempat makan siang) di sini maka saya memesan mie celor dan iced tea. Untuk semua minuman diambil di counter, sementara makanan diantar. Kuah mie celornya kurang medok, dan potongan udangnya dirajang kecil-kecil, tidak seperti hidangan yang sama di tempat lain. But what do you expect for a Palembang food in a coffee shop?

1/15 Coffee: Mie Celor & Iced Tea

Di tengah pekerjaan saya, saya rehat sebentar untuk shalat Ashar, dan shalat di lantai 2. Ternyata di atas masih terdapat lantai yang lapang tapi memang belum didayagunakan untuk area coffee shop. Dan ternyata memang ada beberapa kantor di lantai 2 dan 3, kemungkinan besar kantor pemilik 1/15 Coffee.

Tak terasa saya sudah bekerja 6 jam di 1/15 Coffee. Selama itu, saya sudah memesan kembali 9 oz Coffee Late yang ternyata cukup sedikit (tersedia ukuran lain 5 oz dan 7 oz yang tentu saja lebih sedikit.)

Bagi saya penikmat kopi abal-abal, berharap ada Ice Blend atau varian dari hidangan kopi. Tapi saya apresiasi sekali untuk coffee shop dengan konsep yang matang seperti ini. Dan semuanya dikerjakan dan dioperasikan dengan sangat detail dan rapi. I don’t expect much for a heavy meal from a coffee shop. Dan memang porsi kopinya benar-benar terbatas. But the place has me sold.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *