Catatan “Ulang Tahun”

Birthday Cake

Pertama kali saya ingin mempertanyakan istilah “Ulang Tahun,” apakah tepat terjemahannya dari “Birthday.” Harusnya “Hari Lahir.” Ulang tahun kesannya mengulang-ulang tahun.

Mungkin dari salah kaprah tersebut kita termindset bahwa kita mengulang-ulang sesuatu yang sama dari waktu ke waktu. Hal ini membawa saya ke kontemplasi setelah menonton “Cloud Atlas” untuk kedua kalinya (saya selalu menantikan film dari Watchowski bersaudara; akan saya ulas khusus dalam post berbeda) saat adegan Louisa melihat surat-surat untuk Sixsmith, “Why do we repeat the mistakes over and over again?”

“Ulang tahun” memiliki konotasi bahwa kita mengulang tahun yang sama, yang mana seharusnya kita berevolusi untuk menjadi diri kita yang lebih baik 1 tahun sejak “Hari Lahir” sebelumnya. Jika tidak belajar dari satu tahun yang berlalu, kita tentu saja tidak lulus ujian dalam kurun 1 tahun itu, tidak naik kelas dan tinggal kelas, mengulang 1 tahun tahun kembali. Sama seperti saat kita sekolah. Kita tidak ingin mengulang tahun yang sama kan?

Tepat 24 jam yang lalu saya mengirim surat untuk diri saya sendiri, melalui servis Lettrs (servis web yang keren, mencoba memikirkan ulang romantisme “Snail Mail” untuk era digital ini) yang mana telah diset untuk saya terima kembali 1 tahun yang akan datang, tepat di “Hari Lahir” saya pada 2014. Di dalam surat tersebut saya menulis seakan “saya masa kini” percaya bahwa “Saya masa depan” sudah mendapatkan pelajaran setahun ke depan. Dengan harapan keyakinan saya naik kelas.

Selamat Ulang Tahun Hari Lahir, Farry Aprianto. Kamu sudah naik kelas satu tahun berlalu, dan kamu akan naik kelas kembali satu tahun ke depan.

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

1 thought on “Catatan “Ulang Tahun””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *