Stuck In A Moment (That You Can Get Out Of)

Tadi malam saya mengalami sebuah kejadian, sebuah mu’jizat jika boleh dikatakan demikian. Saya bermaksud untuk pergi ke sebuah tempat di kompleks ruko Duta Mas Fatmawati, dan beserta partner sekaligus saudara saya Yudhi Kusumo berangkat dari SOHO kami di kawasan Lebak Bulus. Saat itu hujan lebat sebagai akibat dari mendung berkepanjangan yang sudah berlarut-larut dalam beberapa hari ini.

Kami mengambil jalan dari arah Pondok Labu melewati RS Fatmawati dan melewati CITOS, untuk bermaksud mengambil ‘jalan tikus’ Kompleks MPR dan menembus ke arah Duta Mas. Apa daya ‘jalan tikus’ tersebut sudah macet hingga mulut jalan, sehingga kami terus melalui arteri Fatmawati.

Hujan seperti air yang dicurahkan tiada henti, bahkan kami mendapati arteri Antasari banjir (genangan air kalau kata Fauzi Bowo) pada beberapa titik. Terdapat titik genangan di samping gedung baru Alamanda, padahal titik tersebut tinggi dan tidak biasanya banjir (mungkin dampak dari didirikannya gedung Alamanda, tetapi siapa yang mau peduli akan AMDAL?)

Kami bermaksud untuk belok kiri ke jl. Cipete Raya pada persimpangan Pasar Inpres, akan tetapi karena macet maka kami belok di jl. Gaharu 1. Kami tidak menaruh curiga karena jalan tersebut kosong, alih-alih kami bersyukur menemukan jalan kosong karena kemacetan yang kerap terjadi saat hujan di Jakarta.

Suasana masih mencekam karena hujan tiada mereda, dan terdapat genangan air di jl. Gaharu tapi penilaian saya bahwa genangan tersebut dapat kami lalui (setelah beberapa kali kami berhasil lalui titik genangan sebelumnya.) Saya masih asyik ngobrol dengan Yudhi; sambil mata memperhatikan jalan yang tergenang dan tidak menyadari ketinggian permukaan air genangan; ketika Yudhi menyadarkan saya bahwa permukaan air sudah mencapai batas kap mesin depan! Karena kondisi penerangan remang-remang dan hujan masih deras, saya tidak dapat melihat batas ketinggian genangan air.

Emblem logo mobil pada kap mobil terlihat menyibak air, mobil seperti berubah menjadi kendaraan ampibi. Yudhi dengan panik memerintahkan saya untuk mundur, tapi penilaian split-second saya berkata bahwa kita harus terus, karena kalau kami sampai berhenti (dan mundur) air akan masuk ke ruang-ruang di dalam mobil (mungkin ruang mesin atau bagasi.) Jantung kami berdegup keras, berharap bahwa ketinggian air tidak lebih tinggi di depan.

Mobil membelah banjir, perjalanan pada ruas jl. Gaharu 1 tersebut terasa lama, sampai kami melihat ujung banjir di mana mobil dari arah mesjid Al Ikhlas berhenti dan memutar karena banjir. dengan panik saya berharap untuk cepat keluar dari banjir dan mengklakson mobil yang sedang berputar. Hingga akhirnya kami keluar dari genangan air.

Lokasi Banjir di Jalan Gaharu 1
Lokasi Banjir di Jalan Gaharu 1

Dalam hati kami bersyukur bahwa mobil kami tidak mati mesin yang mungkin saja terjadi kalau air masuk ke dalam ruang pembakaran mesin. Subhanallah. Memang kalau Tuhan berkehendak kami bisa lolos dari dalam banjir setinggi paha orang dewasa tersebut.

Tadinya kami bermaksud untuk meneruskan perjalanan ke tujuan semula, tapi kemudian beranggapan bahwa pasti macetnya sudah di mana-mana, dan berhenti untuk makan malam di salah satu restoran di jl. Cipete Raya, sambil mengevaluasi kejadian tersebut. Kemudian tadinya kami bermaksud untuk meneruskan perjalanan ke daerah Kemang tapi membatalkan niat karena melalui Twitter kami mendapatkan informasi bahwa di depan apartemen Kemang Mansion juga banjir. Sedikit trauma, kami kemudian memutuskan untuk pulang saja.

Di saat situasi yang sangat sulit, tentukan keputusan dalam split-second (jadi ingat buku Malcolm Gladwell berjudulBlink,) teguhkan pendirian, maju terus, dan percaya bahwa kita ada dalam lindungan Tuhan. Itu yang saya pelajari. #liveandlearn

P.s.: Mohon maaf tidak ada foto yang dapat mendukung cerita (yah ‘kali kita sempat keluarkan smartphone untuk mengambil foto Instagram :-/ ), but you oughta believe it!

P.s.s.: Entah kenapa judul lagu U2 “Stuck In A Moment (That You Can’t Get Out Of)” menjadi judul post dengan pelesetan Can’t menjadi Can. Karena semua hal mungkin. Berikut video musiknya sebagai bonus, dan ingat esensinya kalau sedang dalam momen seperti ini.

Author: farry

Founder of Happinette. CEO of Grassroot Inc. Web Developer inTag Design. Bring Pearl Jam To Indonesia.

3 thoughts on “Stuck In A Moment (That You Can Get Out Of)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *