Kuliner Solo Hari #2: Soto Gading, Nasi Liwet, Wedang Kacang & Nasi Kucing

Pagi2 agak telat bangun jadi cari sarapan dekat hotel yg ringkas saja karena udah mau shalat Jumat. Bakso sapi (bakso kasar, bakso halus, pangsit rebus dan pangsit goreng). Bakso di tempat standard aja enak banget (katanya yg enak di Solo itu Bakso Alex), minum es jeruk jadi pilihan (sayang foto bakso terhapus.)

Untuk makan siang Soto Gading nasi pisah (kalo dipisah baru terasa isinya dikit, jadi kita harus tambah sate-satean). Minum es teh manis. Sayang teman saya membawa saya bukan ke restoran Soto Gading aslinya, tapi ke cabang, jadi kurang dapat nuansa tradisionalnya. Memang sih tempat aslinya ngantri dan panas.

Makan sore Nasi Liwet Bu Wongso Lemu Asli dgn kerupuk gendar. Nasi liwetnya porsinya sedikit tapi mahal (sebenarnya tadi kita sudah coba muter ke tempat nasi liwet yg sama aja tapi murmer, sayangnya tutup.) Dessert Wedang Kacang (must try! Kacang tanah direbus sampai lunak, dengan susu dan gula pasir.)

Makan malam yg dekat hotel aja, balik lagi ke Wedangan Pak Wiryo. Selain tadi belum kenyang banget, masih penasaran, karena kemarin belum makan nasi kucingnya. Ambil Nasi Kucing, Rica Mentok (sejenis bebek), sate siput, ampla & usus. Minum Es Teh Manis. Mungkin nanti pulangnya bungkus es tape seperti kemarin (tapi gak jadi karena udah kekenyangan.)

Kuliner Solo Hari #1: Sosis Solo, Sate Buntel, Tongseng Jerohan, Wedangan

Memulai kulineran Solo. Pagi2 sampai di terminal Tirtonadi, memang diniatin jalan kaki ke hotel, lewat Tahu Kupat untuk sarapan. Ternyata belum buka. Akhirnya sarapan gorengan sosis solo (ada yg isi ayam, rebung dan makaroni) dan teh manis.
Dengan diantar Parjo Bin Tukijo (tengkyu for today bro!) petualangan kuliner saya dimulai dgn late lunch di Sate Buntel Pak Dahlan. Semula saya mencari Sate Buntel Mbok Galak (dari referensi Hipwee http://www.hipwee.com/travel/16-destinasi-kuliner-yang-wajib-kamu-sambangi-saat-melancong-ke-solo/) tapi salah tempat.

Saya pesan Sate Buntel (ternyata penyajiannya sudah dicabut dari tusuknya) dan Tongseng Jerohan (isinya ati aja.) Minumnya Es Teh Manis.

Sorenya dilanjutkan dengan wedangan di Wedangan Pak Wiryo, salah satu tempat wedangan tertua di Solo. Wedangan adalah kebiasaan khas Solo untuk minum minuman hangat (teh, jahe, kopi dll.) dan ngemil sate2an, gorengan dll. Sate2an ada yg brutu, ati ampla, kerang, siput, apus, bakso, sosis, dll. Gorengan tahu, tahu bacem, tempe bacem, bakwan, pisgor, lalu ada rica entok (sejenis bebek), uli dan nasi kucing. Karena masih kenyang, saya hanya minum es tape ketan. Menyegarkan.

1/15 Coffee

Sebenarnya saya sudah mengetahui coffee shop ini dari Nana Soedarmadji dari minggu lalu. Kelihatannya dari luar seperti tempat yang menyenangkan, dan berniat untuk mencoba tempat ini untuk bekerja di luar kantor (remote working.) Namanya yang unik (One Fifteenth Coffee/Kopi Seperlimabelas) juga turut menambah keingintahuan saya. Baru berkesempatan hari Minggu ini saya mencoba.

1/15 Coffee: Exterior Continue reading “1/15 Coffee”