Kuliner Solo Hari #1: Sosis Solo, Sate Buntel, Tongseng Jerohan, Wedangan

Memulai kulineran Solo. Pagi2 sampai di terminal Tirtonadi, memang diniatin jalan kaki ke hotel, lewat Tahu Kupat untuk sarapan. Ternyata belum buka. Akhirnya sarapan gorengan sosis solo (ada yg isi ayam, rebung dan makaroni) dan teh manis.
Dengan diantar Parjo Bin Tukijo (tengkyu for today bro!) petualangan kuliner saya dimulai dgn late lunch di Sate Buntel Pak Dahlan. Semula saya mencari Sate Buntel Mbok Galak (dari referensi Hipwee http://www.hipwee.com/travel/16-destinasi-kuliner-yang-wajib-kamu-sambangi-saat-melancong-ke-solo/) tapi salah tempat.

Saya pesan Sate Buntel (ternyata penyajiannya sudah dicabut dari tusuknya) dan Tongseng Jerohan (isinya ati aja.) Minumnya Es Teh Manis.

Sorenya dilanjutkan dengan wedangan di Wedangan Pak Wiryo, salah satu tempat wedangan tertua di Solo. Wedangan adalah kebiasaan khas Solo untuk minum minuman hangat (teh, jahe, kopi dll.) dan ngemil sate2an, gorengan dll. Sate2an ada yg brutu, ati ampla, kerang, siput, apus, bakso, sosis, dll. Gorengan tahu, tahu bacem, tempe bacem, bakwan, pisgor, lalu ada rica entok (sejenis bebek), uli dan nasi kucing. Karena masih kenyang, saya hanya minum es tape ketan. Menyegarkan.